Betapa Cintanya Rasulullah Kepada Umatnya

Seorang pemimpin pastilah mencintai kaumnya. Begitu juga Rasul Muhammad. Semasa hidup, beliau selalu mendahulukan kepentingan umat, senantiasa menyantuni fakir miskin, dan selalu memberi suri tauladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Apapun yang menjadi keluhan dan masalah umat, nabi Muhammad senantiasa memberikan solusi, pencerahan dan pertolongan. Ibaratnya jika satu anggota badan merasa sakit, maka seluruh badan akan terasa sakit. Itulah perumpamaan cinta dari Rasulullah kepada umatnya yang begitu mendalam. Hingga beliau tiada, kecintaan itu terus ada. Bukti kecintaan itu terbukti dalam beberapa kisah berikut.

Suatu ketika Rasulullah menangis sepanjang malam. Waktu itu beliau sedang shalat dan membaca surat Al Maidah ayat 118 yang merupakan doa Rasulullah untuk umatnya. Terjemahan ayat tersebut adalah:

"Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Nabi Muhammad mengulang-ulang ayat tersebut sambil menangis. Allah kemudian mengutus malaikat Jibril untuk mencari tahu kenapa Rasulullah menangis. Rasulullah lantas berterus terang kepada Jibril bahwa beliau mengkhawatirkan umatnya. Jibril lalu menyampaikan hal itu kepada Allah.

Allah menjawab: "Sekarang pergi dan temui Muhammad. Katakan padanya bahwa aku meridhainya untuk memberikan syafaat kepada umatnya dan aku tidak akan berbuat buruk kepadanya (selama umatnya tidak menyekutukan Allah)." (HR. Muslim dan Ath-Thabrani)

Bukti kecintaan nabi Muhammad kepada umatnya yang paling dahsyat adalah sewaktu beliau menghadapi sakaratul maut. Beliau meminta kepada Allah agar rasa sakit yang diderita semua umatnya kala menghadapi sakaratul maut, ditimpakan kepadanya saat itu juga. Seperti inilah ucapan beliau:

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."

Cinta nabi Muhammad kepada umatnya akan tetap ada saat kiamat nanti. Ketika manusia dibangkitkan dari kematian dan dihalau menuju padang mahsyar, saat itu tiada sedikit pun pertolongan. Setiap manusia memikul beban penderitaan masing-masing, kecuali orang yang mendapat pertolongan dari Allah. Dan tiada seorang pun nabi yang sanggup memberikan syafaat kepada semua manusia pada hari kiamat kecuali nabi Muhammad SAW.

Berkat syafaat nabi Muhammad, matahari yang semula turun di atas kepala manusia, panas menyengat tiada terkira, menjadi lenyap dan ditukar oleh Allah dengan nur yang lebih lembut dari cahaya bulan. Orang-orang yang semula kepanasan seperti terbakar, menjadi nyaman dan sejuk. Saat itulah nabi Muhammad akan memohon kepada Allah untuk memisahkan semua manusia menjadi 2 golongan, yaitu golongan kafir dan golongan umat yang beriman.

Saat umat menghadapi pengadilan di akhirat nanti, Rasulullah akan terus memberikan pertolongan. Beliau akan memberikan syafaat dan memintakan ampunan untuk umatnya, langsung kepada Allah.

Di dalam hadits disebutkan bahwa syafaat nabi Muhammad ada pada 3 tempat, yaitu:
1. Sewaktu melenyapkan panas matahari yang membakar umat sewaktu di padang mahsyar.
2. Terdapat di mizan, sewaktu umat ditimbang dosa dan pahalanya. Kalau dosanya lebih berat, daun neraca itu ditambah oleh nabi hingga beratnya kembali seimbang.
3. Sewaktu meniti titian shiratal mustaqim. Barangsiapa umatnya terjatuh ke dalam neraka, maka disyafaatkan oleh nabi Muhammad SAW.

Dari banyaknya kisah-kisah kecintaan nabi kepada umatnya, kita bisa merenungkan bahwa sebagai umat nabi Muhammad, kita harus membalas kasih sayang dan cinta Rasulullah itu dengan menjalankan sunnah nabi.

Sunnah nabi yang ditinggalkan itu merupakan panutan dan harus dilestarikan. Baik dalam hal ibadah sunnah, dalam hal memakan suatu makanan, dalam hal pengobatan, dalam hal kasih sayang kepada suami istri, dll.

Jika semasa hidup Rasulullah selalu menjalankan shalat malam, kita harus mengikutinya. Jika semasa hidup Rasulullah senantiasa menjalankan puasa sunnah, kita juga harus mengikutinya. Sunnah nabi tidak boleh dilupakan.

Jika sepanjang hidup kita tidak pernah menjalankan sunnah nabi, sedangkan kita umat nabi Muhammad, Allah akan menanyai kita di akhirat nanti. Kenapa dirimu tidak menjalankan sunnah nabi sedangkan kau adalah umat Muhammad? Apa jawaban kita?

Menghidupkan sunnah nabi, meskipun sekali sepanjang hidup, sangat dianjurkan untuk menghindari kemurkaan Allah. Jika kita senantiasa menjalankan sunnah nabi, kita akan ditempatkan di surga bersama Rasulullah. Seperti yang tertulis dalam hadits berikut ini:

"Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, berarti ia mencintaiku dan barangsiapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di surga." (HR. Bukhari)

Mari buktikan kecintaan kita kepada nabi Muhammad dengan menjalankan sunnah nabi yang ditinggalkannya.
Posted by: Cahaya Inspirasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar