Tips Meningkatkan Kecerdasan Otak dan Menajamkan Akal

Otak manusia ibarat pisau. Jika tidak biasa diasah, maka akan cepat tumpul. Otak yang tumpul menyebabkan cepat terjadinya kepikunan.

Banyak faktor yang mempengaruhi otak menjadi tumpul atau kurang cerdas. Faktor itu terdiri dari makanan yang dimakan seseorang, jumlah jam tidur, kebiasaan dan juga hobi. Selagi umur masih muda, sebaiknya otak senantiasa diajak berpikir aktif dan kreatif agar semakin cerdas.

Kecantikan atau ketampanan bisa memudar seiring bertambahnya usia. Begitu juga dengan kebugaran fisik, bisa menurun. Kulit pun berkeriput. Tubuh juga semakin kurus. Tapi kecerdasan bisa ditingkatkan walaupun usia semakin tua. Semakin tua, semakin pintar dan cerdas.

Ada ungkapan bijak yang mengatakan bahwa kebesaran nama seseorang tidak ditentukan oleh badannya yang besar atau kekayaannya yang banyak, tapi ditentukan oleh pikirannya.

Untuk meningkatkan kecerdasan otak dan menajamkan akal, kita bisa melakukan hal-hal berikut:

1. Mengonsumsi makanan sehat yang dianjurkan dalam Islam.
Contohnya kismis. Kismis (anggur kering) memiliki banyak kandungan zat besi, potassium, magnesium dan kalsium. Seseorang yang selalu mengonsumsi kisimis setiap hari, jika ia menghafal pelajaran, akan lebih mudah dan cepat. Selain makan kismis, pasti juga disarankan untuk makan makanan yang bergizi lainnya seperti kacang-kacangan, sayuran hijau atau ikan.

2. Kebiasaan yang baik tentang tidur.
Tidur siang selama kurang lebih 1 jam, bisa meningkatkan daya ingat dan mengembalikan kesegaran otak. Tidur malam, selain berfungsi memulihkan tenaga, juga memulihkan kesegaran badan dan otak setelah seharian beraktivitas. Jika kita harus mengombinasikan antara tidur siang dan tidur malam, sebaiknya dalam porsi yang cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Jumlah jam tidur yang disarankan adalah kurang lebih 8 jam sehari semalam.

Waktu tidur yang baik untuk tidur siang adalah selepas dzuhur, sedang tidur malam adalah setelah isya. Tidur yang tidak baik adalah setelah matahari terbit, saat matahari berada di tengah-tengah dan saat terbenam. Jika seseorang tidur pada waktu-waktu ini, akan mengakibatkan linglung dan hilang separuh kesadarannya. Terlebih lagi pada saat adzan (waktu shalat), tidak disarankan untuk tidur.

3. Menggunakan waktu luang untuk berkegiatan yang melibatkan otak.
Contohnya menulis, membaca, bermain puzzle atau mengisi teka-teki silang. Lakukan hal-hal itu setiap hari meskipun hanya beberapa menit. Dengan melakukan aktivitas seperti itu, otak akan senantiasa bergerak dan berpikir. Jangan keseringan menonton televisi, terlebih acara-acara yang tidak bermanfaat, seperti komedi yang isinya hanya tawa-tawa tidak ada batasan. Orang yang terlalu banyak tertawa setiap hari berpeluang mengalami penurunan fungsi otak.

4. Mengurangi makan (berpuasa).
Orang yang sedikit makan setiap hari, akan lebih cepat menghafal atau menerima pelajaran. Berbeda dengan orang yang suka ngemil, otaknya lambat dan susah berkonsentrasi. Dalam Islam ada anjuran untuk melakukan puasa wajib dan puasa sunnah. Manfaat dari puasa tersebut salah satunya adalah mencerdaskan otak dan menajamkan akal.

5. Membiasakan berdzikir.
Membaca dzikir juga akan merangsang otak terkonsentrasi pada sang Pencipta, dan dengan dzikir itu hati seorang mukmin terisi oleh hikmah-hikmah kesadaran. Kepada sesiapa pun yang selalu berdzikir, akan dikaruniai otak yang tajam dan pintu-pintu ilmu makrifat serta ilmu-ilmu yang indah akan dibukakan kepadanya. Allah SWT akan menganugerahkan ilmu keduniaan yang luar biasa untuk mengangkat harkat dan martabat mereka. Janji ini terdapat di dalam Al Quran.

Ada kisah seorang kakek yang sudah berumur lebih dari 90 tahun, tapi pikirannya masih cerdas. Dia tidak pikun, badannya sehat, jalan kaki masih kuat, makan pun masih lahap. Ternyata rahasianya adalah ia selalu berdzikir.

6. Membaca atau menghafal Al Quran.
Orang yang hafal Al Quran biasanya dikaruniai otak yang cemerlang. Penghafal Al Quran diberi keunggulan dalam hal keberanian, kecerdasan dan pengetahuan. Jika seseorang hafal Al Quran, ia akan mudah menghafal dan mempelajari mata pelajaran lain. Dengan kata lain, mempelajari apa saja bisa dan mudah jika seseorang hafal Al Quran.

Telah banyak contoh keberhasilan yang diperoleh oleh penghafal Al Quran. Ada kisah seorang anak yang oleh orangtuanya tidak dimasukkan ke sekolah dasar pada waktu umur 6-7 tahun seperti anak-anak yang lain. Ia diharuskan belajar membaca dan menghafal Al Quran hingga 30 juz. Setelah hafalannya tuntas, ia baru masuk SD. Dan alangkah takjubnya, ternyata anak itu lulus SD dalam waktu 3 tahun saja.
Posted by: Cahaya Inspirasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar