Untuk Apa Putus Asa?

Dalam hidup ini tidak selamanya kita akan menderita kesusahan. Roda selalu berputar. Setelah kesulitan, akan datang kemudahan. Setelah kegelapan, akan ada cahaya. Setelah menangis, wajah akan bersinar. Ibarat mendung lalu turun hujan, maka langit akan kembali cerah dan bumi akan dipenuhi kesuburan.

Hidup juga tidak akan terus diliputi kemudahan. Adakalanya seseorang itu diuji, diberi kesulitan atau kesedihan. Namun itu tidak lantas membuat kita berhenti, tidak lantas membuat kita putus asa.

Seringkali jika tertimpa suatu musibah, orang hanya melihat sisi masalah yang membuatnya sedih, tanpa melihat sisi lainnya. Padahal sisi lain itu mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan. Sisi lain itu menumbuhkan optimisme.

Cobalah untuk melihat sisi lain dari kesedihan itu. Sedih dalam satu hal, bukan berarti hidup kita selesai. Kalau sedih hanya karena lamaran ditolak, masih banyak gadis-gadis lain. Apakah ditinggal suami? Masih ada anak-anak yang sehat dan lucu. Tidak punya uang untuk beli cabai? Lihatlah kebun tetangga... (maksudnya minta ya, bukan mencuri).

Seperti juga ucapan seseorang yang sangat mendalam berikut ini:
"Jika dirimu tidak punya sepatu, lihatlah orang yang tidak punya kaki. Jika dirimu tidak punya alas tidur, pikirkanlah orang yang tidak punya atap. Jika dirimu merasa tidak berguna, jadilah inspirasi untuk orang lain."

Jadi, kenapa mesti putus asa? Sikap putus asa hanya akan menambah kesedihan dan tidak membuahkan kemajuan. Putus asa adalah karakter orang-orang yang sesat, seperti yang diterangkan dalam ayat Al Quran berikut ini:

(QS. Al-Hijr: 56):
"Ibrahim berkata: Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat."

Diperkuat lagi dengan ayat Al Quran berikut ini:

(QS. Yusuf: 87):
"Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir."

Jika saat ini sedang tertimpa musibah, selalulah berdoa dan menerima ujian Allah dengan ikhlas. Hadapi ujian itu dengan sabar. Karena hanya dengan itu kita bisa melanjutkan hidup. Dan yakinlah suatu saat nanti Allah akan menurunkan rahmat-Nya, akan mengembalikan apa yang hilang dari kita. Allah akan mengganti kesedihan itu dengan kesenangan.

Selanjutnya, selalulah berpikir positir, berpikir yang luas. Karena hidup ini bukan hanya seputar diri kita saja, tapi juga mengenai orang lain. Apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain, itu adalah kalimat yang akan membuat kita termotivasi.
Posted by: Cahaya Inspirasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar