Jangan Remehkan Kekuatan Doa

Doa adalah senjata kaum muslim di kala duka. Doa juga menjadi pertanda bahwa kita tidak berdaya di hadapan Allah SWT. Dengan doa kita memohon daya dan kekuatan dari Allah untuk menyelesaikan setiap masalah.

Doa juga bisa diucapkan di waktu sehat, lapang dan senang. Dalam keadaan senang, doa yang kita ucapkan sebagai pertanda rasa syukur.

Berdoa bukan hanya dilakukan setelah selesai shalat, tapi di manapun dan kapan pun kita bisa berdoa. Di jalan, di dalam bis, di kantor, di sekolah, saat takut menyeberang, saat berhadapan dengan atasan yang galak, saat terjerat hutang, saat naik kendaraan, saat melakukan pekerjaan berat, dll. Di mana saja kita bisa berdoa meskipun saat itu posisi kita sedang terdesak. Malah di saat terdesak dan teraniaya itulah biasanya doa itu terkabul.

Alangkah sombongnya orang yang tidak pernah atau tidak mau berdoa. Orang seperti ini mengira kalau dia bisa menyelesaikan segalanya dengan kekuatan dirinya sendiri. Padahal ketika jalan saja, kakinya ada yang menggerakkan. Ketika bernafas pun paru-parunya ada yang menggerakkan. Dia bisa makan, bisa bicara, dsb karena ada yang menggerakkan. Jika dalam hal-hal seperti itu saja ada yang menggerakkan, bagaimana lagi dengan sebuah keberhasilan atau kesuksesan yang dicapai oleh seseorang? Pasti semua itu atas izin Allah dan Allah lah yang membuatnya demikian.

Orang yang tidak pernah atau tidak mau berdoa, disebut Allah sebagai orang yang sombong, dan Allah akan marah padanya. Mungkin orang seperti itu bisa mencapai segala keinginannya dengan mudah. Tapi semua itu ada batasan. Kalau orang Jawa bilang dia "dilulu" dulu oleh Allah. Dia diangkat oleh Allah ke tempat yang paling tinggi, tapi suatu saat akan dijatuhkan dan dilemparkan ke jurang yang paling dalam, merasakan sakit yang luar biasa. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW berikut ini:

"Barang siapa yang tidak meminta kepada-Nya, Allah SWT akan marah kepadanya" (H.R. Tirmidzi).

Maka, hendaknya kita tidak menyombongkan diri. Sebagai manusia, kita tentu banyak keterbatasan dan kelemahan. Hanya Allah saja yang mampu membuat kita tegar, kuat, berani dan menemukan jalan keluar dari setiap permasalahan.

Adab berdoa tidak hanya diucapkan dalam bahasa Arab, tapi bisa menggunakan bahasa sehari-hari. Saat kita betul-betul menghadapi masalah, berdoalah seketika itu juga dengan bahasa yang kita pahami, dengan hati yang yakin dan penuh pengharapan, niscaya Allah akan mengabulkan. Sebagaimana yang tertulis dalam hadits ini:

"Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai" (HR. Tirmidzi no. 3479).

Yuk biasakan berdoa. Jangan lupa dengan Allah yang telah memberi segalanya. Jangan pula remehkan kekuatan doa, karena doa itu pembuka jalan bagi segala sesuatu.
Posted by: Cahaya Inspirasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar