Peluang Bitcoin Sebagai Alat Investasi yang Menguntungkan

Di antara berbagai mata uang digital, Bitcoin adalah yang paling populer. Kemunculannya sejak tahun 2009 hingga sekarang terus membuat orang tertarik dan penasaran. Adalah orang luar negeri yang sangat antusias dengan Bitcoin. Sedang orang Indonesia belum begitu familiar.

Apa sebenarnya Bitcoin? Bitcoin diciptakan oleh orang yang mengaku bernama Satoshi Nakamoto, melalui pemecahan soal Matematika yang melibatkan serangkaian perhitungan algoritma rumit di komputer.

Jumlah Bitcoin yang tersedia saat ini terbatas sekitar 21 juta unit. Jumlah sebesar itu akan habis bila ditambang. Perkiraan tahun 2140 Bitcoin sudah habis, tapi keberadaannya sudah beralih di tangan orang-orang.

Menambang Bitcoin, sama seperti menambang emas. Bedanya, menambang emas perlu alat-alat untuk mengeruknya dari dalam bumi. Sedang menambang Bitcoin diperlukan sebuah perangkat hardware dan software yang terhubung ke server atau chip. Alat tersebut akan memantau siaran transaksi melalui jaringan peer to peer dan melakukan tugas-tugas tertentu untuk memproses dan mengkonfirmasi transaksi-transaksi tersebut. Semakin mahal alat yang digunakan dan semakin tinggi powernya, maka semakin banyak Bitcoin yang dihasilkan.

Bitcoin sebagai alat investasi
Nilai Bitcoin dari tahun ke tahun terus meningkat, seiring dengan banyaknya orang yang menggunakan dan mencarinya. Bitcoin laksana emas, namun tidak bisa disamakan dengan emas. Nilainya cenderung naik turun sangat cepat. Hari ini bisa bernilai sangat tinggi, tapi besok sangat rendah. Berbeda sekali dengan emas yang nilainya naik terus dan menjadi investasi masa depan.

Meski begitu, Bitcoin tetap bisa dikategorikan sebagai komoditas atau alat investasi yang menguntungkan. Ketika nilainya turun, orang bisa membeli untuk kemudian menyimpannya. Ketika nilainya naik, orang bisa menjualnya dengan rate yang sesuai.

Bitcoin menjadi mata uang dunia?
Sampai sekarang, Bitcoin menjadi mata uang digital yang paling banyak digunakan orang untuk bertransaksi secara online. Transaksi menggunakan Bitcoin dilakukan secara anonim, tanpa nama, cukup dengan alamat wallet Bitcoin. Ini menjadi alternatif bagi pengguna yang tidak mempunyai rekening online seperti Paypal, Payoneer atau Payza yang mengharuskan mendaftar dan melakukan transaksi online dengan menggunakan nama.

Seiring dengan meningkatnya popularitas Bitcoin, beberapa negara yang tadinya menolak, kini beralih menjadikan Bitcoin sebagai mata uang nasional kedua. Jepang adalah salah satu contoh negara yang telah melegalkan Bitcoin. Negara Singapura pun telah menggunakan Bitcoin sebagai mata uang nasional selain Dolar Singapura, serta menggunakannya untuk menarik pajak.
Posted by: Cahaya Inspirasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar