Tolong Bedakan Antara TKI dan TKW

Selama ini kita sering mencampradukkan istilah TKI dan TKW. TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dan TKW (Tenaga Kerja Wanita) itu jelas beda. TKI itu sebutan untuk para pekerja Indonesia yang bekerja di luar negeri, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka bekerja dengan sistem kontrak atau outsourcing. Mereka ini dibedakan lagi menjadi 2, yaitu TKI formal dan TKI informal.

TKI formal bekerja di perusahaan, di perkantoran atau perindustrian. Contohnya jadi operator produksi di pabrik, teknisi, engineer, pekerja kantor, dsb. Sedang TKI informal, bekerja di bidang informal, seperti menjadi penata laksana rumah tangga (PLRT), buruh bangunan, baby sitter, dll. TKW masuk dalam salah satu TKI informal, yaitu pekerja wanita yang bekerja sebagai PLRT.

TKI formal, nasibnya jauh lebih baik dibanding TKI informal. Karena mereka dipekerjakan oleh perusahaan, bukan perorangan. TKI formal juga mempunyai hukum yang jelas, ada surat perjanjian antara perusahaan dengan pekerja yang ditandatangani bersama. Pekerja punya hak dan kewajiban, antara lain hak mendapat gaji, cuti, lembur, kewajiban membayar permit, dsb. Terkecuali bagi pekerja ilegal, biasanya mereka tidak punya surat perjanjian yang mengikat. Namanya juga ilegal, curi-curi, jadi mereka tidak punya hak dan kewajiban.

TKI informal biasanya langsung dilepas oleh agen setelah dapat majikan. Hak dan kewajiban mereka tergantung pada sang majikan. Kalau dapat majikan oke, gaji dibayar. Kalau dapat majikan yang tidak benar, bisa habis. Makanya kalau ada berita TKI kita yang sengsara, gajinya tidak dibayar atau kasus lainnya, kebanyakan itu adalah pekerja ilegal atau para TKW.

TKI Pahlawan Devisa Negara
TKI itu sangat berjasa dalam membantu pemasukan negara. Mau tahu berapa besar pemasukan negara dari mengekspor tenaga kerja ke luar negeri? Jumlahnya di atas 50 trilyun per tahun. Bisa dibayangkan betapa besarnya pendapatan negara dari mengekspor tenaga kerja ini. Makanya para TKI kita disebut pahlawan devisa negara.

Tapi, seringkali kita dengar masyarakat mencibir para TKI. Kebanyakan orang-orang bilang: lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang. Artinya mereka lebih bangga jadi pengangguran di negaranya sendiri, daripada bekerja di negara orang. Kalau mindset orang-orang sudah seperti ini, bisa-bisa pengangguran tambah banyak. Bukannya masih lebih baik bekerja ke luar negeri daripada menganggur?

Ironis juga kalau kita mendengar ada pejabat yang melecehkan TKI. Katanya TKI hanya membuat malu. Wah... yang bilang seperti ini pasti nggak ngaca. Bukankah dia ini kerja dibayar dengan kas negara yang salah satunya berasal dari ekspor TKI? Ingatlah bahwa hasil kerja keras sendiri lebih terhormat daripada makan gaji buta.

Kalau para pejabat tidak ingin pekerja kita lari ke luar negeri, dan pemerintah tidak mau punya masalah dengan TKI, ya adakan lapangan kerja untuk kita. Bila perlu adakan pelatihan kerja gratis dan dukung setiap usaha lokal, jangan malah mendatangkan pengusaha luar.
Posted by: Cahaya Inspirasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar